Tonalité : E major•
Verse 1
E
ZAPARDE
GENI
GENI
B
Puisi geni ingin menjadi ta
C#m
A
C#m
nah bagi makamu
E
B
Hujan yang kau tuliskan itu
G#m
B
Bb
ingin selalu setiap pagi jadi rintik rindu yang gemanya
B
C#m
A
E
menjadi kumam sunyi dihadapan kematian.
Bahwa kematian bukan akhir dari batas usia,
C#m
B
C#m
B
C#m
kematian adalah ayat -ayat api yang
E
B
yang tak lain merupakan jalan
E
kepulangan bagi waktu
B
G#
bahwa ke matian telah meninggalkan war
B
C#m
na muram di ruang senyap dalam benak
B
bahwa kematian telah melipat cara antara yang
E
sepi dan yang riuh di da dah kami
C#m
G#m
C#m
Sendirian kini kau dipeluk puisi yang
E
belum sempat kau tuliskan
B
E
Puisi paling indah yang
mungkin pernah ada
C#m
B
Rasa sakit yang kau pesan
C#m
di restoran itu
Kau wariskan pada sajak -sajakmu
E
A
E
untuk ditularkan pada kamu.
Lalu kau pergi.
C#m
Dan kepergi
B
E
anmu adalah pandemi.
C#m
B
E
Wabah kesedihan yang sangat cepat menular dan cuma
C#m
bisa sembuh oleh pada suatu hari nanti.
B
C#m
Kau memesan rasa lapar untuk dihidangkan di meja perjauhan dan
E
A
kau mengundang kami untuk melahap habis nyorinya.
B
F#m
B
Aku tahu ini, batu di tengah sungai tercal yang kau pesan itu
E
ternyata untuk kau tanam se bagai nisanmu.
C#m
Apakah kata -kata gini juga harus keluar dari buku
untuk mengiring jenayahmu seperti ketika
E
B
kata -kata mengarang
bunga dalam tidurmu?
E
Apakah
B
Dinsastro,
C#m
Soekram,
Jugasuti turut mengirimkan karangan bunga atau justru mereka sibuk
E
memunguti jejak -jejak kakimu yang bertinggal di masa lalu?
C#m
Atau khidmat bertakziah di rumah yang kini telah
B
C#m
kosong oleh kehadiranmu?
E
A
E
Ah, mereka pasti sedang berbuka dan mengucapkan pelasung kawah kepada
C#m
E
dirinya sendiri yang ditinggal pergi oleh pengarangnya.
B
Hujan turun di bulan
E
C#m
Ju ni, tapi basahnya
baru sampai di bulan
Juli.
E
Hujan dalam puisi mu kini me lahir
B
kan petir yang tergilat di mataku.
E
C#m
Kau sengaja membuat hujan tanpa
sekalipun menyediakan payung semata
Akar tubuhku menggigil oleh kenangan
E
B
E
B
Maka, ketika para pe
layat menanduk randamu
Kau segera memindahkan
C#m
hujan dari langit ke mata kami
E
Betapa hening acar
C#m
Dalam doamu sesuai untuk lima waktu,
kau tahu betapa cinta tak mengutamakan kebahagiaan,
E
betapa kau cuma menginginkan
A
keselamatanku.
E
B
A
Sonet demi sonet kau rangkai untuk ke mudian
E
A
diterjemahkan sebagai guru yang membenci gergaji.
C#m
B
Bayang -bayang yang tak mau
E
B
pusing siapa yang telah menciptakannya.
E
Rahu kertas yang berlayar
B
di banjir bandang,
E
B
cita yang menuntuk dalang mengapa
E
B
C#m
kecantikannya mustahil untuk dieja.
E
Ia yang ingin menangis sambil berjalan
C#m
E
tunduk sepanjang lorong itu,
A
E
B
ternyata tengah menuju pemakamanmu.
F#m
B
E
Gadis kecil itu, ini keluar dari sacakmu dan sedang terisak
B
E
sambil me naburkan hu jan di atas pembaringanmu.
C#m
B
C#m
Gini, tak ada lagi suara getukan di pintu,
B
tak ada lagi bunyi ca pung di kolam,
Tak ada lagi mata pisau yang
bergilau membayangkan urat leher
Tak ada lagi jarum jam
C#m
yang mengintal kefanaan
Tak ada lagi yang tersisa dari kopar api
B
C#m
yang rela menghangatkan sepiku
E
Hanya terdengar suara
B
C#m
bukamu abadi
A
E
C#m
yang tak henti -hentinya di
E
nyanyikan ketiadaan.
Selamat jalan.
Suatu saat biarkan aku menjadikanmu sesuatu
B
E
C#m
yang tak letih -letihnya ku cari.
E
A
C#m
A
Sesuatu yang sebetulnya tak pernah hilang da
C#m
E
C#m
ri kepergian itu sendiri.
A
B
E
C#m
selamat menikmati!
E
C#m
selamat menikmati
As-tu aimé la chanson ?
Tu dois te pour laisser une évaluation.
AccordeurE A D G B E
AccordsE B C#m A G#m...
Plus de chansons de Usman arrumy
Découvrez des accords pour jouer plus de chansons
Accords populaires dans le monde entier
Accords et tablatures les plus joués par tous les utilisateurs
Ajout récent
Accords et tablatures récents
